Mitos-Mitos Untuk Jobseeker

Advertisemen

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Selamat Pagi dan Salam sejahtera bagi kita semua. Tiada kata yang pantas untuk diucapkan kecuali memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat, taufik, dan hidayahnya kepada kita sekalian. Sehingga kita masih dapat menikmati anugrah terindah nya berupa kesehatan dan kebahagiaan. Shalawat serta salam mudah-mudahan tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi Besar Kita Muhammad SAW yang telah menunjukkan kita dari jalan yang gelap gulita menuju jalan yang terang benderang.

Lulus kuliah, ijazah di tangan; saatnya cari kerja. Perburuan lowongan pekerjaan pun dilakukan. Tapi hati-hati, jangan terperangkap pada mitos-mitos seputar pencarian kerja. Mitos ini beredar di antara pencari kerja, entah itu adalah pekerjaan pertama atau ke sekian yang dicari. Jangan salah, mitos-mitos tersebut bisa jadi akan mengalihkan perhatian kita dari apa yang seharusnya kita lakukan untuk mendapat pekerjaan.


Mitos atau Fakta


Mitos 1: Pengalaman akan membantu saya dapat pekerjaan

Memang benar, pengalaman kerja adalah bagian penting dalam urusan mencari pekerjaan. Tetapi, menurut Gregg Ward dari Orlando-Ward & Associates Inc., pengalaman kerja bukanlah satu-satunya hal yang utama.

"Banyak perekrut karyawan lebih tertarik pada apakah Anda 'tepat' bagi tim mereka. Anda mungkin memiliki banyak pengalaman, tetapi jika kepribadian Anda tidak cocok dengan anggota tim lainnya, perusahaan tidak akan memperkerjakan Anda," ujar Gregg, seperti disitat dari monster.com, Kamis (29/8/2013).

Mitos 2: Saya tidak dihubungi lagi. Mereka tidak tertarik

Jika Anda mengirim surat lamaran yang baik dan memiliki curriculum vitae (CV) yang gemilang, akan sangat mengecewakan jika Anda tidak mendapat kabar dari sebuah prospek kerja. Bagaimanapun juga, ujar Val Wright dari Val Wright Consulting, ini bukan berarti perekrut tidak tertarik dengan Anda.

Menurut Val, kebanyakan perekrut kewalahan menangani lamaran yang masuk, pekerjaan mereka terlalu banyak untuk mengisi berbagai lowongan pekerjaan dengan orang yang tepat.

"Di dunia 'likes', retweet dan #trend, kita berharap akan balasan langsung. Tetapi menentukan satu pekerjaan harus melalui proses. Jangan berpikir yang terburuk ketika email Anda tidak dijawab secepatnya. Kemudian, tindaklanjuti email Anda dengan sikap sopan dan gigih," imbuh Val.

Mitos 3: Mereka mendapatkan CV saya; mereka akan menghubungi saya jika ada lowongan yang tepat

Jangan berasumsi perekrut perusahaan akan menghabiskan waktu untuk mencocokkan CV Anda dengan posisi lain yang tersedia jika Anda tidak pas untuk lowongan yang Anda lamar.

Val menjelaskan, kebanyakan perusahaan tidak memiliki sistem pintar untuk melacak pelamar sebelumnya dan kemampuan yang mereka miliki untuk mengisi lowongan yang akan kosong.

"Ketimbang berharap seperti itu, lebih baik Anda rajin mengecek website perusahaan dan melamar kembali jika mereka membuka lowongan pekerjaan yang menarik. Selain itu, jangan segan untuk tetap berhubungan dengan perekrut Anda sebelumnya," tutur Val.

Mitos 4: Saya terjebak dengan jalur karier saya

Anda mungkin merasa hati-hati, atau bahkan apatis untuk mempertimbangkan jalur karier yang berbeda, tetapi terkadang hal ini hanyalah sebuah trik dalam mendapatkan pekerjaan.

Jika Anda berniat berganti karier, carilah cara agar kemampuan Anda saat ini dapat berguna bagi karier incaran Anda. Selain itu, Anda bisa juga mengambil pelatihan tertentu untuk membantu Anda memahami berbagai hal di luar karier Anda saat ini. Bicara juga dengan orang yang berkecimpung di dunia yang ingin Anda masuki untuk mencari tahu kemampuan apa yang diperlukan.

Ingat saja, banyak perusahaan tertarik pada kandidat yang memiliki perspektif berbeda dengan cara mereka melakukan pekerjaannya sehari-hari. Jadi, jangan pernah berpikir Anda terjebak dengan karier Anda saat ini.

Mitos 5: Tidak ada lowongan untuk saya

Sangat mudah untuk merasa tidak bersemangat selama masa pencarian kerja, apalagi di masa ekonomi sulit. Pastikan Anda berada selangkah di depan. Menurut Val, banyak lowongan pekerjaan terisi bahkan sebelum mereka diiklankan. Networking pun menjadi kunci untuk mendapatkan kontak internal suatu perusahaan.

"Sosial media membuat kita mudah melacak kolega lama atau kenalan yang dapat mengenalkan kita dengan perusahaan incaran. Referensi personal akan selalu diprioritaskan para perekrut karyawan. Jadi carilah koneksi yang dapat mempercepat proses antrian lamaran kerja," ucap Val.

Itulah beberapa mitos pencari kerja atau sering disebut jobseeker yang Anda harus tahu dan mengerti. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah ilmu dan informasi Anda yang sedang mencari kerja dan saya doakan agar kalian dapat kerjaan yang sesuai dengan apa yang Anda inginkan. Ammiinn. Sebelum saya akhiri tulisan saya kali ini akan membagikan satu artikel yang saya anggap rasa penting untuk menguatkan argumen artikel ini, yaitu: Solusi Ketakutan Dalam Berkarier.
“Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu belajar sesudah dewasa bagaikan mengukir di atas air. Kalau main gitar pakai akar kedongdong Kalau mau pintar belajar dulu dong”.
Aqulu Qouli hada, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Advertisemen